Monday, November 11, 2013

Have a Blessed Father's Day !!!!!

Dad, I don't know how to tell how much I love you....

Dear, Bapakku tersayang...

Engkau satu-satunya alasan aku bertahan, meski aku punya ribuan alasan untuk menyerah. Engkau, satu-satunya alasan aku bahagia, meski aku punya ribuan alasan untuk menangis dan terpuruk. Dan Engkau, satu-satunya alasan aku untuk pulang ke rumah, dari banyak pertengkaran aku dan ibu yang membuat aku tak betah.

Pak, trimakasih karena tidak pernah bosan mendengar ceritaku. Trimakasih karena tidak mengeluh atas sikapku yang tidak pernah menjadi dewasa di hadapanmu. Trimakasih karena telah menjadikan aku wanita yang kuat. 

Pak, maaf telah sering membuatmu khawatir. Kalau aku lupa mengabari harus pulang larut malam. Kalau aku susah untuk disuruh makan. Atau kalau aku mengeluh merasakan sakit. Maaf.

Pak, maaf telah sering membohongimu. Kalau beralasan ada jam tambahan hanya untuk mendapat uang jajan sehari. Kalau aku pernah beberapa kali menambahkan harga semester untuk mendapat uang lebih darisana. Atau kalau aku bilang ada kegiatan dikampus agar tidak dimarahi kalau pulang malam. Maaf.

Pak, maaf telah sering membuatmu merasa serba salah. Kalau kemauanku lebih besar dan kau tidak bisa memenuhinya. Kalau aku masih suka merasa iri seandainya adik-adik dibelikan sesuatu. Atau kalau aku dan mama berbeda pendapat.

Sebucket bunga mawar mungkin tidak berarti apa-apa dibanding kerja kerasmu untukku. Sebuah jam tangan mewah yang aku beli dari hasil tabunganku juga mungkin tidak berarti apa-apa dibanding pengorbananmu. 

Engkau mungkin satu-satunya orang yang paling tau tentang aku. Dan engkau juga satu-satunya orang yang selalu tau bagaimana menghadapi aku. Bapak selalu tau bagaimana membuat aku berhenti menangis, berhenti marah, dan berhenti mengeluh. Kalau aku merasa aku lelah dengan semua beban yang berat, bapak yang selalu mengingatkan kalau jalanku memang harus seperti itu. Ia tidak pernah lupa mengajari aku bagaimana caranya bersyukur, dan bagaimana caranya mengikhlaskan sesuatu yang paling berharga sekalipun.

Aku tau, selalu ada bintik air mata saat bapak lihat aku sakit, atau saat melihat aku menangis. Tapi dia tidak pernah menunjukkannya di depanku. Waktu bapak lihat kepalaku berdarah karena kecelakaan, aku sedih melihat dia ketakutan. Waktu bapak membalurkan minyak dikakiku yang terkilir, dia sangat berhati-hati dan tidak ingin aku kesakitan. Dan trimakasih telah rela meluangkan waktunya untuk mengantarku ke kampus karena aku kesulitan berjalan.

Bapak.... adalah satu-satunya nama yang tidak pernah terlewat dalam setiap sujud terakhirku. Dari semua doa yang kupanjatkan aku tidak pernah lupa meminta Tuhan untuk selalu menjaganya, memanjangkan umurnya, memberinya kekuatan, memberinya kesehatan, dan memberinya kebahagiaan. 

Tidak ada yang lebih kucintai di dunia ini kecuali Bapak. Tidak satupun. Dan kalau untuk menebus satu senyumannya harus kutukar dengan air mata, aku rela seumur hidupku harus menangis. Asal Ia bahagia. 

Pak, tetaplah menjadi ayah yang selalu aku banggakan di depan teman-temanku. Tetaplah seperti itu. Kalau aku dewasa nanti, aku janji, aku akan sukses untukmu Pak. 


Putri...



No comments:

Post a Comment