"Jika wanita melakukan hal yang menurutmu fatal, ajari dia dengan kehilangan."-anonim.
Membaca tulisan di atas, saya teringat pada salah satu teman lelaki. Akan saya sebut ia si Bijaksana, sama dengan namanya, Bijaksana dan Setia. Mungkin Ibunya menitip doa dari namanya.
Orang ini, mungkin perantara Tuhan untuk mengajarkan saya banyak hal. Dia tidak pernah marah bahkan berbicara keras sedikitpun. Tiap kali saya kesal, dia melunakkan saya dengan nasihat, tidak pernah membantah apa ucapan saya, dia selalu punya cara menyampaikan sesuatu yg salah dari saya dengan tidak menyakiti sedikitpun. Dia bicara dengan lembut. Dia bahkan pernah hampir berair mata saat menahan marahnya pada saya. Ah!
Saya menulis ini bukan kerana mengenangnya, tidak, saya ingin kalianpun banyak belajar darinya, seperti saya. Dia selalu mengajarkan saya mendoakan orang-orang yang jahat kepada saya. Dia bilang "Kalau orang jahat pada kita, doakan mereka kebaikan. Doakan semoga Allah lembutkan hati mereka, Allah mampukan kita memaafkan mereka. Doakan yang baik, sebab ketika kita berdoa, malaikat juga mendoakan kita, semoga denganmu demikian. Jadi kalau kamu mendoakan orang sukses, malaikat juga doakan kita sukses. Percaya deh." Ah! You too sweat.
Saya adalah orang yang sulit dikritik. Tapi dia adalah pengkritik yang baik. Pernah saya mengeluh karena sulit mencari kerja, dia hanya mengatakan "Perkuat dhuhamu sayang." Saya membantah, karena pada saat itu saya sedang rutin menunaikan solat dhuha. Kemudian dia menambahkan nasihatnya,"Kalau begitu, perbanyak sedekahmu." Saya bertambah marah, tidak menerima kritik sama sekali. Kita sering mengadakan bakti sosial bersama, itu bagian dari sedekah bukan? Saya kesal, kritiknya sama sekali tidak menenangkan. Dia tidak membantah. Tapi esok harinya dia datang ke rumah dan membawa beberapa buku tulisan ustad Yusuf Mansur mengenai sedekah, dia ingin saya membacanya sendiri. Dia tau saya suka membaca, dan dia paham menasehati saya dengan cara yang saya suka.
"Kalau kamu ingin sesuatu, sholawat yang banyak." Dan dia adalah teman saya berputar perumahan mahal untuk sekedar sholawat disana.
Dia, panutan terbaik saya untuk menunaikan solat tepat pada waktunya, dimanapun kita berada. Setiap kali kita di jalan dan mendengar azan, dia selalu langsung membelokkan mobilnya di mesjid, tidak menunggu nanti-nanti. Saya malu Tuhan kirimkan orang sepertinya.
Dia, bukanlah ahli alquran yang hafalan surat panjangnya di luar kepala. Tapi, dia adalah orang yang rajin sekali ibadah sunnah. Pernah suatu ketika saat saya mengajak dia bersama teman-teman dekat saya berbuka puasa bersama di suatu kafe, dialah yang beranjak lebih dulu ke mushola untuk menunaikan solat isya. Saya mengikuti dari belakang. Jika tak ada dia, saya rasa mungkin saya juga akan meninggalkan solat seperti teman-teman saya yang lain yang masih sibuk bersenda gurau, menunda sampai pulang ke rumah krn waktu isya masih panjang. Lalu kita solat bersama. Setelah saya melipat mukena, dia masih berdiri. "Kamu mau solat apalagi? Badiyah?" Badiyah adalah solat sunah setelah solat wajib. "Tarawih, kalau nunggu pulang pasti kemaleman, aku ga akan sempat solat ujungnya." Ah, calon suami akuuuuuuu, dalam hati. Padahal tidak semua orang akan berpikiran sepertinya, contohnya teman-teman saya yang justru mengejek dia karena solat tarawih di mushola kafe.
Dia selalu menjaga saya, melindungi saya, menginginkan saya menjadi lebih baik. "Put, kita kadang dinilai orang dari penampilan. Dari cara kita memilih pakaian. Kalau kamu pakai kerudung asal-asalan, orang lain juga berpikir niat kamu asal-asalan. Tapi kalau kamu pakai kerudung rapih, tertutup, orang akan menghormati kamu. Kamu sudah berniat menutup aurat? Pakailah, sayang niatmu." Itulah tegurannya saat saya meminta izin membuka kerudung di depannya, meskipun di dalam rumah.
Pernah, saya berkeluh kesah padanya. "Aku ga tau apa nanti aku bertemu yang baik seperti kamu lagi." Dia mendengus mendengar saya berbicara seperti itu. "Aku bukan nabi, aku juga banyak kekurangan. Kita punya rencana, Allah juga punya rencana. Tugas aku mengingatkan kamu menjadi lebih baik setiap harinya, begitupun kamu. Tugas kita selanjutnya tetap menjadi baik, menjadi orang terhormat, Allah pasti mempertemukan kita juga dengan orang baik. Kalau bukan aku, pasti akan ada orang baik lainnya."
Trimakasih Tuhan telah mengenalkannya kepada saya. Trimakasih Tuhan telah mengirimkan kebaikan-kebaikan lewatnya. Saya bersyukur, dan saya beruntung.
Hei, dimanapun kamu berada sekarang semoga Allah selalu membukakan pintu rezekinya padamu, Allah sempurnakan iman dan akhlakmu, Allah pertemukan kau dengan separuh agamamu. Trimakasih. Trimakasih. Saya menutup buku.
Ah, semoga kita telah saling memaafkan.
World of Princess
Wednesday, September 12, 2018
Sunday, December 11, 2016
Friday, October 9, 2015
Jatuh Cintakan Aku Sekali Saja, Untuk yang Terakhir
YaAllah jatuh cintakan aku sekali lagi untuk yang terakhir. Jadikan itu tidak akan pernah berakhir. Kalau aku harus jatuh cinta lagi, jatuh cintakan aku pada yang cintanya tak pernah luntur. Meski aku banyak mengatur, semoga dia takkan mundur teratur.
Kalau aku belum baik, jangan jatuh cintakan aku dulu. Aku tak ingin ditinggal karena aku banyak kurang. Sebab sakitnya termasuk rasa bersalahnya menjadi sesal yang terlanjur tak bisa lagi dibenarkan.
Kalau aku belum baik, jangan jatuh cintakan aku dulu. Sebab kalau aku sudah cinta aku banyak minta. Aku tak ingin ditinggal lagi karena alasan tak mau melihat di depan aku kecewa.
Meski banyak keluh kesahku, ketika aku cinta aku belajar menerima dan belajar bertahan. Tapi jika masih juga itu salahku, jatuh cintakan aku pada jodohku saja, agar dia tidak menyerah dan tidak meninggalkanku.
YaAllah aku tidak sedang baik-baik saja, kau tentu tahu itu. Tapi aku hambaMu yang tidak punya kuasa apa-apa bahkan pada hatiku sendiri. Pria sebaik dia harusnya kujaga, menyesalpun bagaimana jika sudah takdirnya. Sampaikan saja maafku padanya yaAllah, baik dari hembusan angin yang membawaku dalam ingatannya ataupun mimpi malamnya.
Aku kehabisan akal untuk minta maaf, kurasa dia terlanjur malas. Aku tak ingin apa-apa, hanya ingin tau pasti tak dia benci, tak ingin dia pulang lagi, biar saja kusimpan sampai Kau berkata saatnya. Jika tidak, aku percaya takkan Kau biarkan rasa itu menetap lama-lama.
Mulai sekarang kuserahkan hati ini padaMu supaya isinya hanya ada Engkau. Kutahu sebaik-baik tempat berharap hanyalah padaMu. Berikan yang baik untukku, untuk keluargaku, untuk agamaku dan untuk hidupku selanjutnya. Kau maha mengetahui, sedang aku tidak.
Monday, October 5, 2015
51015
Alhamdulillah, hari ini masih bisa bahagia. Meski kadang terasa sesak karena ada yang hilang di pertambahan usia kali ini. Ada yang tahun kemarin ada saat ini jauh, bahkan hanya selang dua minggu sebelum hari ini. Nyesek? Ya ga mungkin kalo engga, kan pake hati, pake cinta. Kehilangan? Pasti, tapi ya mau gimana kalau Allah ridhanya seperti ini.
Tapi dibalik itu semua, tidak ada yang pantes ditangisi berlarut-larut. Ada yang pergi ada yang datang. Mungkin dulu tutup mata, kasih sayang datangnya dari mana saja. Terbukalah, dan bersyukurlah.
Masih dengan mata sembap tiap kali mengingat. Di kantor baruku sekarang yeeey dapet suprise kecil-kecilan dari pegawai lainnya. Pulang ke rumah, satu demi satu kejutan dari keluarga, orang terdekat bahkan dari orang yang ga pernah disangka sebelumnya, karena tahun-tahun sebelumnya tidak pernah mereka memberi ini semua meskipun mereka selalu ada.
Aaaaaa yaAllah can't thanks enough, aku cuma kehilangan satu orang yang sayang sama aku tapi ternyata masih banyak banget orang-orang yang care dan sayang sama aku. Bersyukur banget, bahagianya. Kulkas penuh, kue ulang tahun banyak, pizza, kado ini itu.
Usia sekarang semoga semakin banyak membawa perubahan, semakin dewasa dan jangan jadi orang yang mudah mengeluh lagi. Sesering apapun orang menyakiti kita, belajarlah memaafkan, belajarlah menerima, syukuri dan tinggalkan yang memang harus ditinggalkan.
Tentangmu biar sekarang kubiarkan saja lama-lama padam dalam hatiku. Aku mau mengingat baik-baikmu saja supaya aku terlatih untuk ikhlas. Jujur memang kau yang paling baik yang kukenal dan aku bersyukur pernah bersamamu. Meskipun kini kau repot-repot menghapus aku pelan-pelan dari semua ranah pribadimu, apapun alasanmu entah karena kau takut terendus calon penggantiku atau kau membenciku biar saja jadi urusanmu dan Allah. Aku hanya berdoa semoga sesulit apapun hubungan kita sekarang didalamnya tak ada dendam.
Aku belajar tak peduli, aku hanya akan tetap menulis disini. Kelak ketika kau sudah lupakan semua tentang aku dan teringat lahan dimana aku bercerita, aku hanya ingin mengingat tentangmu yang baik-baik saja, kutulis disini yang baik-baik saja, hingga kau sadar saat aku tak lagi berfikir kembali padamu, kau tau bahwa dulu pernah ada aku yang selalu menganggapmu tetap terbaik meskipun aku sendiri tidak baik-baik saja.
Saturday, May 23, 2015
Jatuh Cintakan Aku pada Jodohku yaAllah
YaAllah, aku mencintainya karena kecintaannya terhadapMu. Jangan jadikan cintaku kepadanya melebihi dari cintaku kepadaMu. YaAllah engkau yang maha membolak balikkan hati manusia, engkau yang menguatkan dan engkau pula yang mematahkan. Maafkan aku lupa diri dari niat baikku mencintainya untuk lebih mencintaiMu.
Kalau boleh aku meminta, kepada siapapun aku jatuh cinta, jangan jadikan aku pihak yang paling cinta sehingga aku lupa cintaku padaMu seharusnya lebih besar dari segalanya. YaAllah aku hambaMu yang rentan patah hati maka tempatkanlah dia pada yang mampu menjaganya.
YaAllah sekuat apapun aku menjaga hati ini agar tidak terlalu rapuh, adalah Engkau yang paling berhak atasnya. Kau yang maha tau apa yang tidak aku ketahui. Jika bagiMu dia baik untukku, untuk keluargaku, untuk agamaku, untuk hidupku, maka gelarlah jalan menuju pintu pernikahan itu. Tapi jika sia-sia apa yang kujalani dan aku tidak tau itu, maka tutuplah hatiku serapat mungkin.
Aku hanya memohon jatuh cintakanlah aku sejatuh-jatuhnya pada jodohku sendiri, jangan jadikan aku mengemis perhatian habis-habisan kepada seseorang yang nantinya akan kutinggal dan meninggalkanku.
Aku hanya memohon jatuh cintakanlah aku sejatuh-jatuhnya pada jodohku sendiri, jangan jadikan aku mengemis perhatian habis-habisan kepada seseorang yang nantinya akan kutinggal dan meninggalkanku.
Saturday, March 21, 2015
Untukmu, yang semakin terbatas waktunya
Hai, untukmu yang waktunya semakin sedikit. Mungkin naif jika kutulis isi hatiku disini, tapi bahkan berbicara denganmu sekarang sudah semakin sulit. Sayang ya waktu mempertemukan kita disaat-saat kita semakin dewasa. Tidak seperti halnya remaja yang banyak mengahabiskan waktu mereka bersama, pola pikir kita semakin hari semakin terbuka. Kita bukan lagi menjadi orang yang tidak memiliki aktifitas seperti saat-saat bisa bermain dengan teman-teman ketika tak ada jam kuliah atau pulang lebih awal. Kini kita mulai meninggalkan masa-masa kejayaan itu dan perlahan tapi pasti merintis masa depan. Keduanya dari kita tentu memiliki cita-cita untuk menjadi kebanggaan orang tua kita masing-masing dengan menjadi orang berhasil, memiliki jabatan tinggi, atau bahkan berfinancial diatas rata-rata. Tidak kamu, akupun ingin.
Mungkin karena kau laki-laki dan aku perempuan
Orang dahulu kebanyakan bilang, setinggi apapun gelar seorang wanita dia tetap akan menjadi ibu rumah tangga. Nyatanya memang mungkin karir bukanlah tuntutan terbesarku sebagai calon ibu, kelak ketika aku bosan dan telah memiliki seorang suami yang dapat menanggungku maka aku tak harus bekerja terlalu keras. Bukan berarti aku tidak menginginkan kesuksesan, tapi kelak ketika aku sudah menikah mungkin akan lebih baik jika jam kerjaku tidak melebihi jam kerja suamiku nanti. Tidak sepertimu lelaki yang tanggunganmu bukan hanya keluarga, tapi juga calon istrimu dan anak-anakmu nanti. Apa sebab karena itu sedikit waktumu sekarang untuk sekedar menyempatkan mengabariku sesaat sebelum kau akan tidur? Entah hanya kau atau semua lelaki di dunia ini juga meninggalkan waktu dengan kekasihnya hanya untuk duduk senyap di depan laptop dan menghabiskan jatah liburnya hanya dengan pekerjaan? Kalau saja kau tahu materi bukanlah segalanya walaupun kita tidak akan bisa makan tanpa uang, tapi kelak kalau kau memang jodohku aku tak mengapa hidup bersama denganmu memulainya dari awal bersama-sama tinggal di kontrakan kecil. Setidaknya kita tidak kehujanan dan tidak kepanasan. Kamu tenang saja, aku punya ijazah sarjana untuk melamar kerja di tempat yang lebih baik, mungkin bisa membantumu menambah pundi-pundi uang kita nantinya. Itu jika kau memang jodohku.

Maaf kalau aku selalu menuntut agar kau selalu sisakan sedikit dari waktu istirahat yang kau punya.
Duapuluh empat jam dari waktu yang kau punya selama seharian, sepuluh jam bahkan lebih kau sisakan untuk pekerjaanmu. Dua hari libur dari hari kerjamu yang kau punya bahkan tidak menjadi jaminan kau benar-benar berhenti bekerja dan menyisakannya untukku. Kadang aku ingin menjadi prioritasmu, bukan hanya pekerjaanmu. Aku ingin jadi sesuatu yang kau tunggu saat hari libur datang. Aku ingin jadi penghiburanmu setiap kali kau jenuh dengan pekerjaanmu. Aku tahu bukan cuma aku yang menginginkan waktumu, keluargamu juga mungkin kehilangan waktu saat-saat kau belum sesibuk sekarang. Itu mengapa aku mengalah dan hanya memintamu untuk menyisakan waktu sedikit dari jam istirahat yang kau punya setelah kau lelah bekerja seharian, tak melulu harus bertemu setiap minggu. Aku hanya ingin tahu adakah kau mengingatku di sela-sela kesibukanmu yang semakin hari semakin padat. Maaf kalau itu berat untukmu, mungkin aku tidak memperhitungkan soal waktumu di jalan ketika kau berangkat kerja atau pulang ke rumah, sehingga hal itu membuatmu lelah sekali hingga terlalu sering melupakan untuk mengabari. Maaf, aku hanya wanita yang menyayangimu, tentu selalu ada rasa khawatir saat kau tak sedang bersamaku, aku hanya ingin dengar kau telah sampai rumah dengan selamat dan ceritakan antusiasmu di kantor agar sedikit meredakan beban pikiranmu.
Kau harus mengerti, ketika rindu wanita menjadi lebih posesif.
Karena waktu komunikasi yang sedikit, wanita menjadi lebis posesif. Jangan heran kalau aku sekarang mudah marah-marah hanya karena hal sepele. Dan menjadi lebih insecure dengan apa yang kamu lakukan diluar tanpa aku. Kurasa tidak hanya aku, wanita se-cuek-cueknya dia, selalu ingin diperhatikan. Wanita sekuat-kuatnya dia, selalu ingin dilindungi. Wanita setangguh-tangguhnya dia pasti menangis juga bila tidak dipedulikan. Wanita sepercaya-percayanya dia padamu, akan curiga juga jika kalian kurang komunikasi. Dengan aku atau siapapun nanti wanitamu semisal kita tidak berjodoh, dia ingin disayang dan diperhatikan. Kalau wanita lain mungkin mereka akan mengobati kesepiannya dengan mencari kesibukan bersama laki-laki lain, karena dengan begitu mereka tidak akan merasakan kurang perhatian meskipun didapat dari laki-laki lain dan bukan kekasihnya sendiri. Aku tidak begitu, maka pertimbangkanlah perkataanku barusan.

http://yunikedamayanti.blogspot.com/
Someone talk to me, "Time is priceless. If someone give you their time, stay. But if they dont, leave."
Aku selalu berdoa, agar Tuhan senantiasa menambah rezeqi kita agar dimudahkannya langkah kita 'kesana'.
Kau tentu paham maksud dalam tanda kutip itu. Dari aku wanitamu yang sering kau lupa, tak pernah putus pintaku padaNya agar kau selalu dilancarkan setiap urusanmu, Agar kau selalu dalam keadaan sehat hingga kau dapat bekerja dengan giat. Walau aku sering merasa kehilangan waktumu, dari lubuk hatiku yang dalam aku bersyukur memilikimu seorang yang pekerja keras, dan aku percaya kelak kau akan menjadi orang yang hebat. Entah siapa nanti yang akan merasakan hasil jerih payahmu, semoga istrimu kelak baik aku atau siapapun wanita beruntung itu dia pasti akan sangat bahagia memilikimu. Mereka bilang di balik lelaki hebat selalu ada wanita yang kuat, kurasa itu benar. Tidak mudah untuk selalu menjadi yang ditinggalkan oleh karena pekerjaan sedang banyak-banyaknya, tidak mudah menjadi yang paling mengalah tidak dikabari oleh karena terlalu lelah untuk sekedar mengirim pesan, tidak mudah menjadi yang paling pengertian saat juga rindu didada menambah sesak sedangkan terlalu sibuk hingga tak ada waktumu menyempatkan bertemu, tidak mudah menjadi pilihan yang kesekian setelah orang-orang terbaikmu karena waktumu juga sedikit untuk mereka. Kuharap aku bisa melewatinya sampai pada suatu saat melihatmu berdasi dan akulah yang memakaikannya di lingkar lehermu setiap pagi.

Saturday, March 14, 2015
PAGE 365
Hei, welcome we're now on Page 365.
HAPPY ANNIVERSARY
Thank you for always loving me, you're the best I ever had. Maybe I'm one of those people who grateful for having such a patient person like you who never thinks to turn away even a bit. Now, I realize that you one and only I love.
Sky has no limited, its like my love for you.
HAPPY ANNIVERSARY
Thank you for always loving me, you're the best I ever had. Maybe I'm one of those people who grateful for having such a patient person like you who never thinks to turn away even a bit. Now, I realize that you one and only I love.
Sky has no limited, its like my love for you.
Subscribe to:
Posts (Atom)
