
Hening seperti pena dalam pelukan halaman buku
Diam dalam kepayahan
Bait demi bait kata pernah kususun dengan ramah
Sampai tersadar aku luka parah
Padamu aku pernah tersungkur
Hingga nyaris terpengkur
Satupun huruf tak jua menghibur
Kala kau kini hanya bayangan kabur
Tirai seperti menari gerakan tari Bali
Mengingatmu seketika lubang memerih
Rindu tak pernah pulih
Seolah menggantung di gagang pintu merintih untuk kau raih
Bukannya ini hanya sajak
Aku hanya butuh spasi sebagai jeda
Sama layaknya kita butuh koma
Lalu kita temukan kalimat selanjutnya
Sudah berapa kali kau berganti jilid?
Aku masih dengan tokoh yang tidak berbeda
Waktu alur memintanya pulang, ia justru hilang
Merangkai kisah setengah-setengah
AKU LUPA, DIA LEBIH SUKA MAIN BOLA DARIPADA MENULIS CERITA! So, there is nothing ending.
No comments:
Post a Comment