Wednesday, January 5, 2011

cuplikan "HARI BUAT PUTRI."

"Hampir setengah usiaku habis menunggumu, sia-sia kalau aku sudahi !"

"Kenapa dunia kejam mempertemukan tanpa menyatukan kita?"

"Duka pengagum rahasia, tapi lebih baik begni caraku mencintaimu . Daripada kau tau dan kau tidak peduli sama sekali tentang perasaan ini."

"Kadang bertahan lebih baik meskipun menyakitkan, kerena kehilangan orang yang sangat kita sayang lebih menyakitkan."

"Biar, acuhkan saja hardikan petir itu karena pelangi juga telah bersiap-siap untuk nampak."

"Jodoh memang gak akan kemana-mana."

"Oke, setiap hari baru itu artinya akan ada harapan baru. Good bye !"

"Dan aku temukan kamu yang baru tanpa kutengok belakang lagi, semoga kamu terbaik."

"Ah bajingan, bagaimana bisa dengan gampang melupakanmu sedangkan susah payah aku blajar menyayangimu."

"Kalau memang tak pernah ada rasa, jangan memulainya. Sakitnya lebih dari ketika diacuhkan!"

"Demi tuhan, rasanya lebih sakit daripada cinta bertepuk sebelah tangan."

"Ini alasan kenapa aku tak mau memaksakan pacaran, karena kasihan pasanganku kalau ternyata aku belum siap mencintai mereka. Like me that ! Its hurt beybi."

"Cinta datang karena terbiasa bukan ?"

"Harusnya aku berfikir matang untuk berani mengatakan ya."

"Kenyataannya memang cepat datang dan cepat pergi."

"Kenapa harus cinta yang lebih dominan daripada sakit. Ini yang membuatku bisa memaafkanmu."

"Kamu tau rasanya aku ingin terkena serangan jantung saja saat kutau perasaanmu yang hanya sandiwara itu."

"Ah, akan kutendang kau ke neraka jahanam karena telah berjudi dengan hatiku."

"Gak akan pernah ada kebetulan, kecuali takdir ."

"Dan mencintai diam-diam lebih tulus kenyataannya."

"Dia rela bersakit-sakit demi sedikit senyum dariku."

"Dia rela menghapus air mataku dengan air matanya juga. Sungguh aku tersentuh dia menangisiku."

"Kenapa tuhan kirim kamu terlambat ?"

"Akan kubunuh dia krn telah buat kmu menangis"

"Belum sempat kudengar kata cinta itu darimu sayang. Kenapa pergi?"

"Cintamu benar-benar sampai akhir buatku."

"Maaf, aku tau itu sebelum aku bisa mencintaimu."

"Benar, rajanya adalah waktu."

"Jodohlah kita ketika kita dipisahkan untuk disatukan."

"Dan biar dia datang tnpa menggantikanmu, hari memang buat Putri."

No comments:

Post a Comment