Thursday, November 11, 2010

Mbah Marijan. ROSO !!

Waahh, ramai dimana-mana semua ngomongin Mbah Marijan meninggal. Sampai-sampai dosen ISD saja entah dapat ilham darimana menjadikan sosok Mbah Marijan untuk menjadi materi dalam mata kuliah Ilmu Sosial Dasar ini. Hahaha its just kidding, but welcome to my blog .

Oke, lets read my blog about him !! :D

Bencana alam meletusnya "GUNUNG MAK LAMPIR" alias gunung merapi yang merupakan gunung berapi paling aktif di dunia ini, menyeret Mbah Marijan yang merupakan juru kunci ikut menjadi korban ganasnya wedus gembel. Nama Mbah Marijan sendiri mulai tersohor seantero dunia semenjak bencana alam yang sama pada tahun 2006 lalu. Kala itu Mbah Marijan yang merupakan juru kunci tidak ikut mengungsikan dirinya seperti korban merapi yang lain, semenjak itu beliau mulai dikenal sebagai orang yang bisa berbicara dengan merapi bahkan banyak yang mengira bahwa beliau merupakan orang sakti.

Berikut sekilas tentang Mbah Marijan
Lahir
Mas Penewu Surakso Hargo
5 Februari 1927
Dukuh Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan,
Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman
Meninggal
Pekerjaan
Juru Kunci Merapi, bintang iklan
Dikenal karena
Raden Ngabehi Surakso Hargo atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Maridjan (nama asli: Mas Penewu Surakso Hargo; lahir di Dukuh Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, 5 Februari 1927 – meninggal di Sleman, Yogyakarta, 26 Oktober 2010 pada umur 83 tahun [1]) adalah seorang juru kunci Gunung Merapi. Amanah sebagai juru kunci ini diperoleh dari Sri Sultan Hamengkubuwana IX. Setiap gunung Merapi akan meletus, warga setempat selalu menunggu komando dari beliau untuk mengungsi.
Ia mulai menjabat sebagai wakil juru kunci pada tahun 1970. Jabatan sebagai juru kunci lalu ia sandang sejak tahun 1982.
Mbah Marijan meninggal karena setia pada tugas 
 
“Breaking News / Sosbud / Rabu, 27 Oktober 2010 09:51 WIB,Metrotvnews.com, Yogyakarta: Satu dari 14 korban terakhir yang dibawa ke Rumah Sakit Dokter Sardjito Yogyakarta memiliki ciri-ciri fisik yang mirip dengan Ki Surakso Hargo alias Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi. Jenazah-jenazah tersebut sebagian besar ditemukan di sekitar rumah Mbah Maridjan. Mereka menjadi korban akibat semburan awan panas letusan Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (26/10) sore. Secara fisik, ciri-ciri sarung, batik dan peci dari salah satu mayat cocok dengan yang dipakai Mbah Maridjan. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Humas Rumah Sakit Dokter Sardjito Dokter Kresno Heru Nugroho. Jenazah itu ditemukan di rumah Mbah Maridjan. Pihak rumah sakit juga mendapatkan informasi dari Keraton Yogyakarta salah satu ciri Mbah Maridjan adalah ibu jarinya bengkok. Setelah ditelisik, cocok. Mbah Maridjan adalah abdi dalem keraton. Namun demikian, kata Kresno, untuk memastikan bahwa yang meninggal tersebut Mbah Maridjan pihak rumah sakit sedang melakukan uji DNA. DNA itu akan dicocokan dengan keluarganya, baik istri maupun anak-anaknya. “Tunggu saja sampai identifikasi DNA selesai,” kata Kresno. Menurut Kresno, seluruh keluarga Mbah Maridjan, baik anak maupun istrinya, selamat. Ikhwal kematian Mbah Maridjan juga dibenarkan oleh salah satu menantunya, Bambang. “Saya sudah melihat sendiri,” kata Bambang. Menurut Bambang, pakaian yang dipakai, baik batik, sarung maupun kopyah mirip yang digunakan mertuanya sehari-hari. “Beliau sujud di atas sajadah. Sujud di kamar di rumah,” kata Bambang. Bambang menjelaskan, terakhir kali Mbah Maridjan bilang kepada pihak keluarga, “Ngantiyo piye saya tidak akan turun (Meskipun meletus saya tidak akan turun).” (DOR)”
 Kata-kata terakhir tersebut yang diungkapkan Mbah Marijan beberapa lama sebelum istirahat panjangnya merupakan ketegasan dan kesetiaannya pada tugas yang pernah diamanatkan padanya oleh Sri Sultan Hamengkubuwono. Sebagai abdi dalem, beliau merasa harus patuh dan setia pada rajanya untuk menepati janjinya akan tetap menjaga merapi sampai akhir hayatnya.

Baik, saya menyimpulkan mengapa dosen ISD menyuruh mencari tulisan mengenai Mbah Marijan? Mungkin selain mengenal beliau dan mengetahui banyak informasi yang tersaji mengenai beliau dan gunung merapi, tapi juga mengambil nilai dari sifat yang beliau tunjukkan yaitu mengajarkan tentang kesetiaan, tanggung jawab dan amanah.

LOH?? GAK NYAMBUNG NIH SAYAA -______-"

hahaaha , intinya saya berbahagia karena tugas kedua semester ini sudah berhasil saya selesaii kan. HOOORRRRRRRRRRRREEEEEEEEE !!! :D


http://wikipedia.com


Sudah terjadi beberapa perubahan yang saya refisi dari website terkait di atas.

No comments:

Post a Comment